Cara Murah dari Lombok Ke Labuan Bajo ala Backpacker

Untuk sampai ke Labuhan Bajo, saya harus melewati pulau Sumbawa. Butuh waktu 8 jam dari pelabuhan Pototano menuju kota Bima menggunakan bus. Harga tiket busnya adalah 80.000. Saya saat itu berangkat dari Pelabuhan Pototano jam 2 Siang, dan sampai terminal Bima jam 10 malam. Namun untuk melanjutkan perjalanan dari Bima ke Pelabuhan Sape tidak bisa langsung saat itu juga. Karena minibus yang ke Sape mulai beroperasi pagi hari. Jadi saya menginap di terminal bus Bima dan tidur di dalam minibus itu sampai Pagi. Tarif minibus dari Bima ke Sape adalah 30ribu rupiah dan ditempuh dalam waktu kurang lebih dari 2 - 3 jam.

Pulau Padar, Taman National Komodo , Labuan Bajo
Pulau Padar, Taman National Komodo , Labuan Bajo

Akhirnya saya sampai pelabuhan Sape. Saya membeli tiket di Loket Resmi Pelabuhan Sape, harga tiket Ferry dari Sape ke Labuan Bajo adalah 55ribu rupiah. Ditempuh dalam waktu 4-6 jam, tergantung cuaca. Ferry yang digunakan tidak terlalu besar, dan jadwal berangkat dari pelabuhan Sape ke Bima hanya sekali sehari. Yaitu pukul 10-12 siang.  Perjalanan dari sape hingga pertengahan mulanya normal dan biasa saja. Namun ketika tiga perempat perjalanan, cuaca buruk melanda, angin dan hujan begitu kencang, sehingga gelombang air laut sangat terasa mengoyak-ngoyak isi perutku. Namun akhirnya sampai juga di Pelabuhan Labuan Bajo. Kondisinya masih hujan lebat dan saya bingung, untuk mencari penginapan disini. Namun saya berjalan sedikit untuk mencari makan, dan saya membaca ada plang penginapan didalamnya. Ya bangunan traditional dari kayu dengan dua lantai ini menerima penginapan, dibawah warung makan dan diatas penginapan. Saya coba bertanya, berapa harga penginapan ini, sang pemilik memberikan jawabannya, 40rb rupiah, saya kaget dan mencoba untuk melihat kamarnya. Ternyata kamarnya privat dan tidak ada kamar mandi di dalamnya.. Saya hanya menginap semalam disini, karena saya merasa tidak nyaman dikarenakan air dinkamar mandinya tidak ada sumber airnya, alias air tampungan entah dari mana, jadi hanya ada 3 ember air disana. Biasanya penginapan penginapan seperti ini untuk para sopir truk atau warga yang menunggu ferry jalan dari Labuan Bajo.
Disepanjang jalan sekitar pelabuhan Labuan Bajo banyak terdapat travel agency yang siap melayani open/privat trip untuk sailing pulau-pulau sekitar atau hanya sekedar memandu anda untuk diving.

Beikut anggaran budget dari Lombok ke Labuan Bajo :
1. Ongkos minibus dari Mataram ke Pelabuhan Khayangan Rp. 30.000
2. Tiket ferry dari Pelabuhan Khayangan ke Pelabuhan Pototano Rp. 17.000
3. Pelabuhan Pototano hingga kota Bima Sumbawa Rp. 80.000
4. Minibus Kota Bima ke Pelabuhan Sape Rp. 30.000
5. Atau bisa juga Bus langsung dari Mataram ke Kota Bima dengan tarif 100.000 - 150.000 Ribu rupiah, sehingga kamu gak perlu ribet keluarin ongkos ferry dll :D

Liburan Ke Lombok ala Backpacker, hanya 400k bisa dapat tiket perjalanan PP tanpa harus menunggu promo pesawat yang tidak tentu

Liburan ke Pulau impian seperti Lombok bisa diwujudkan menjadi nyata. Dengan 400ribu rupiah saja. Kita sudah bisa pulang pergi dari jawa ke Lombok. Gak Percaya? Saya buktinya. Perjalanan ke Pulau Lombok ini saya tempuh dengan Jalur Darat. So gak perlu nungguin tiket promo pesawat yang jadwalnya gak tentu.
tiket ferry asdp kmp legundi
tiket ferry asdp kmp legundi

Karena rumah saya di Cirebon, sangat kagok untuk transportasi, bandara belum ada, posisi ditengah tengah seperti ini kadang yang membuat budget tranpostasi menjadi membengkak. Oleh karena keinginan yang kuat untuk berpetualang, saya mencari-cari cara dan celah bagaimana agar bisa mewujudkan mimpi itu, dengan dana yang seadanya. Hehe, namanya juga usaha.
Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Lombok melalui jalur darat. Saya menggunakan kereta api dari stasiun Cirebon Prujakan ke Stasiun Kereta Surabaya Gubeng. Tarifnya 104ribu aja lho. Mungkin sama juga dengan yang dari Jakarta, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya yang dilalui kereta api Ekonomi Gaya Baru Malam ini. Lama perjalanan dari Cirebon - Surabaya adalah 12jam an. Lumayan bikin pegel dan encok sih, oleh karena itu, saya sarankan agar kalian beli tiket kereta sedini mungkin dan pilihlah kursi yang 2 orang, jangan yang 3 orang ya. Capek kaga bisa tiduran, kalo ada penumpang lain turun, beda kalo yang 2 orang, ketika yang satu turun, kita bisa langsung kuasain aja tuh kursi, lumaya bisa buat sleeping beauty, hehe,, itu berdasakan pengalamanku ya, aku pilih kursi yang 2 orang, nah penumpang sampingnya turun si Jogja. Otomatis dari Jogja ke Surabaya saya bisa bobo manis lega.. hihi, jangan dicontoh ya orang kaya gini .
Pastikan juga membeli tiket kereta dengan jadwal perjalanan H-1 dari Ferry berangkat. Untuk ferry dari Surabaya ke Lombok, jalan setiap hari Selasa dan sabtu. Sedangkan kalo dari Lombok ke Surabaya hari Senin dan Kamis.
Dari Stasiun Surabaya Gubeng, saya masih punya waktu sekitar 10 jam untuk Tamasya di Surabaya. Lumayan bisa keliling-keliling kota Surabaya dulu, sebelum melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Tanjung Perak. Jarak Stasiun Gubeng - Pusat Kota Surabaya (kebun binatang Surabaya) dan Pelabuhan Tanjung Perak tidak begitu jauh, Saya menggunakan Gojek dinperjalanan ini, dan utuk bisa berkeliling kota dan sampai tujuan Tanjung perak, saya hanya menghabiskan 25k saja saldo GoPay saya.
Kalau bisa, datanglah ke Tanjung Perak sebelum jam 1 Siang, karena jam 2an, kapal sudah mulai selesai bongkar muat, jadi biar aman dan tidak terburu-buru, datanglah sebelum jam 1 siang. Belilah tiket ferey di Loket Resmi ASDP tidak jauh dari dermaga Jamrud dan Terminal Penumpang. Harga tiket Ferry 72k + Pass terminal 15k total 87K. Kamu sudah bisa menikmati kursi penumpang Ekonomi yang Empuk, kalau ruangan kosong, kamu juga bisa menikmati ruang Executive yang lebih nyaman. Jangan khawatir kepanasan dan mabuk perjalanan, karena Ferry dengan nama KMP Legundi ini ber AC dan sangat besar, sehingga goncangan-goncangan itu gak terasa walaupun kita di Kapal selama 21 jam nonstop. Jangan takut kelaparan dalam perjalanan, karena harga tiket sudah termasuk makan 2 kali, makan malam dan sarapan pagi, tapi ingat, print out tiketnya jangan dibuang ya, untuk menukarkannya dengan jatah makan. 
KMP Legundi Surabaya Lombok ini juga menyediakan kasur matras yang tebal dan empuk buat tidur, ada kamar mandi, toilet bersih, cafe di lantai 3 kapal buat kongkow-kongkow, mushola, di ruangan penumpang dilengkapi LCD dan selalu diputar film-film dsb, buat kamu yang mau charge handpone ada colokan listrik di ruang penumpang ekonomi, dan masih banyak fasilitas lainnya yang bisa dinikmati. Menurut saya, KMP Legundi ini nyaman banget, selain murah, kita bisa mendapatkan nilai Plus Perjalanan kita, karena bisa menikmati panorama laut dan pulau bali yang kita lewati, kita juga berkesampatan melihat sunrise di pagi hari serta melihat segerombolan lumba-lumba yang berloncatan. Such a great experience! So guys, lets start your Journey😉

Rincian Biaya Tiket PP Cirebon - Lombok:
Tiket kereta Cirebon - Surabaya Rp. 104.000
Ojek Surabaya - Tanjung Perak Rp. 18.000
Tiket Ferry KMP legundi SBY-LBK Rp. 87.000
Tiket Ferry LBK-SBY Rp.87.000
Ojek Tanjung Perak stasiun Rp. 18.000
Tiket Kereta Surabaya - Cirebon Rp.104.000

Aku sempet bikin Vlog ketika di Ferry, Check it out ya guys!


Jalan-jalan ngirit ke Singapura dan Malaysia

Rencana backpacking ke Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia ini terbilang singkat dan dadakan. Bermula dari keinginan saya untuk menapakkan kaki di luar negeri dan udah kepalang bikin paspor hampir setahun dan belum pernah di cap imigrasi sama sekali (baca : Rugi donk :P). Yap, Singapura menjadi tujuan awal saya, selain harga tiket pesawatnya terjangkau, banyak objek wisata di Singapura yang masih bisa dinikmatin secara gratis (#muka-muka gratisan mah gini.. hihih)

Gue menyesal pada trip kali ini, kenapa waktu itu gue tidak lanjutkan ke Bangkok – Thailand saja setelah dari Kuala Lumpur, Padahal bisa ditempuh via jalur darat lho guys, yang biayanya jauh lebih murah daripada naik pesawat. Tapi ya sudah lah, wong rencana backpacking ke Singapura dan Kuala lumpur ini juga tercipta satu minggu sebelum keberangkatan (baca : dadakan pake banget).

Pembelian tiket pesawat adalah tepat satu minggu sebelum keberangkatan, begitu ide muncul, langsung booking tiket pesawat, haha (Baca: horang kayah #preeett). Yap, tiket pesawat ke Singapura saya dapat dengan harga Rp. 350.000, saya rasa itu worth banget sih, secara tiket pesawat ke Jogjakarta saja bisa lebih mahal dari itu khan ? karena saya saat itu belum begitu paham banyak tentang backpacker, dan trauma mendalam karena membaca kisah-kisah traveling di Singapura yang super ketat, mengharuskan kita sudah membooking tiket pulang, Akhirnya saya langsung beli tiket pulang dari Kuala Lumpur ke Jakarta. 3 Malam setelahnya. Huh.. harusnya saya jangan beli tiket pulang dulu yah, terkesan buru-buru kan, singapur – kuala lumpur Cuma 3 Hari 2 Malam. Saya mendapatkan tiket KL-CKG seharga Rp. 475.000 (dapet bagasi 20KG dan makan, lumayan kan :D).

Lets, begin the Journey. Perjalanan saya mulai dari stasiun kereta api Cirebon, menuju ke Gambir, dengan harga tiket Rp. 80.000. Kemudian lanjut dari Gambir Ke Bandara International Soekarno Hatta, terminal 2D dengan tariff Rp. 40.000,-. Saya sengaja ambil keberangkatan satu tanggal dengan jadwal flight pesawat, biar gak usah nginep-nginepan lagi di Jakartra guys (baca : ribet dan kelamaan).

Oke, sampailah kita di Changi Airport Singapura pada pukul 00.30 am waktu sono, waktu itu gue ambil penerbangan jam 21.00 malam dari Jakarta. Fyi, waktu di Singapura lebih cepat 1 jam dari Jakarta. Sengaja gue ambil penerbangan malam, karena gue memang menargetkan buat istirahat di Bandara Changi, yang katanya super nyaman dan lega. Dan ternyata, apa yang di gembor-gemborkan para traveler itu benar, fasilitasnya oke Banget pas banget buat bermalam buat para traveler yang mau ngirit budget buat hotel.

VLOG Gw nginep di Changi Airport



Vlog Di Kuala lumpur



Oke, sampai kita ke pagi harinya. Gue langsung menuju terminal 3 Changi, untuk ke stasiun MRT, dari situ gue langsung beli tiket untuk ke pusat kota dan memulai city tour saya di Singapura. Gue bilang sih, Singapura merupakan Negara yang cocok buat kita-kita sebagai traveler pemula, selain negaranya yang kecil, akses transportasi disana gampang banget, semuanya terintegrasi sama MRT. Jadi cukup dengan naik MRT untuk menuju setiap destinasi kita. Berikut spot-spot yang gue kunjungi di singapure : Pusat kota singapura, Merlion dsk : Sentosa Island : Chinatown : Little India : Bugis street.

Setelah puas sight-seeing di Singapura sampai sore, tibalah waktu saya untuk melanjutkan ke Kuala Lumpur – Malaysia. Perjalanan ini menggunakan Kereta Api, dari stasiun Johor Baru Sentral transit sekali di stasiun Gemas dan Langsung ke Kuala Lumpur. Untuk menuju stasiun Johor Baru, saya menggunakan bus  CW3 (Causeway) dari terminal Queen Street, gak jauh dari Bugis street, dengan tariff S$3.3 (Rp. 33.000)  selama kurang lebih 1 jam perjalanan, tapi antri buat beli tiket bus ini, bisa sampe 1.5Jam,, padahal waktu saya ke singapura, itu bukan waktu liburan, bisa dibayankan kalo high season ya. Naik bus ini, kita akan diturunkan di Woodland, buat di cek di imigrasi Singapura, sebelum kita masuk ke Malaysia.Setelah pengecekan imigrasi, barulah kita menuju Johon Baru sentral naik bus lagi, tenang, kamu gak perlu bayar lagi untuk naik bus ini, walaupun beda armada, kamu bisa menunjukkan bukti tiket bus CW3 yang kamu beli tadi.

Lama waktu tempuh dari Johor Baru ke KL kurang lebih 7 Jam. Untuk harga tiket JB ke Gemas adalah 21RM sedangkan tiket Gemas – KL Sentral adalah 31RM atau total kedua tiket tersebut 52RMx Rp. 3.000 = Rp. 156.000,- cukup worth it lah. Mengingat perjalanan dilakukan pada malam hari, otomatis ngurangin budget buat hotel, hehe aji mumpung banget yak :p.  

Di Kuala lumpur memang transportnya gak semudah di Singapura. Kereta aja ada beberapa jenis dan tidak saling terintegrasi satu sama lainnya. Yang penting kamu berpatokan pada satu stasiun, yaitu KL Sentral. Karena semua jenis kereta transit semua kesitu. Tarif sekali jalan bervariasi, mulai dari 1 – 5 RM, tergantung jarak sih. Kamu juga bisa pake alternative bus GOKL buat keliling kota secara gratis. Objek wisata yang gw kunjungi di KL : Twintower , Batu Caves , Pasar-pasaran lah pokonya , Mesjid-mesjidan dan Dataran Merdeka.

Untuk perjalanan pulang ke Bandara KLIA, itu kamu harus menyiapkan waktu lebih ya guys, naik Bus dari KL Sentral tarinya sekitar 10RM , estimasi perjalanan 1 jam. Cuma saya waktu itu agak khawatir, karena di Kuala lumpur di sore hari cukup sibuk, macet juga. Jadi saya takut ketinggalan pesawat. AKhirnya saya menggunakan jasa kereta KLIA Express, tiketnya 55RM, lumayan mahal sih. Cuma kita gak takut ketinggalan pesawat,, perjalanan menuju bandara ditempuh sekitar 28menit saja. So pilih caramu untuk ke KLIA, kalo low budget mending naik bus, Cuma siapin waktu lebih banyak aja.

Jadi Kalo Gw jabarin budget untuk menclok ke singapura dan kuala lumpur ini adalah sbb:
Tiket Kereta Cirebon – Gambir Rp. 80.000
Tiket Damri Gambir – Bandara Rp. 40.000
Tiket Pesawat JKT – Singapur RP. 350.000
Tiket MRT 5 Kali jalan Rp. 70.000
Uang Makan 3 Kali Rp. 150.000
Tiket Bus SIngapur – Johor Baru Rp. 33.000
Tiket Kereta Johor Baru – Kuala Lumpur Rp. 156.000
Tiket LRT/MRT selama di kuala lumpur Rp. 50.000
Uang Makan 6 Kali Rp. 150.000
Tiket KLIA Express Rp.  165.000
TIket Pesawat KL – Jakarta Rp. 475.000
Tiket Damri Bandara Gambir Rp 40.000
TIket Kereta Gambir – Cirebon Rp. 80.000
Total Budget : Rp. 1.839.000,-  Hehe.. itu lumayan ngirit kan, daripada menggunakan travel agent, bisa 2,5 juta lebih, itupun satu Negara,… Terus dengan budget segitu, kita udah bisa ngecap paspor kita di dua Negara..,, Horey!!! I really addicted with traveling.. Selamat Mencoba guys.. feel free to ask, on the comment box below!

Beberapa dokumentasi landmark Singapura & Kuala Lumpur

Singapura, Malaysia , Kuala Lumpur
Merlion Statue

Singapura, Malaysia , Kuala Lumpur
Universal Studio Singapore

Singapura, Malaysia , Kuala Lumpur
Batu Caves

Singapura, Malaysia , Kuala Lumpur
Twin Tower / Petronas

Singapura, Malaysia , Kuala Lumpur
Sultan Abdul Somad Building